* * *
Beranda | Berita | Pesan 0 | Teman | Blog | Chat Adult | Forum Adult | Download
Adsenss All Services Special
Adsenss Puisi Cinta - Cerita Hati
Cerita seks - Bercinta Dengan Mayat - Cerita Dewasa

Cerita seks - Bercinta Dengan Mayat


Kisah ini terjadi sekitar 5 tahun yang
lalu, saat saya masih bekerja di sebuah
rumah sakit swasta di kota Bandung.
Pekerjaan saya memang amat
mengerikan, sebagai penjaga kamar
mayat. Selain harus menjaga keamanan dan ketertiban di sana, saya
juga harus membersihkan mayat-
mayat kiriman dari berbagai tempat di
kota itu. Kebanyakan mayat- mayat itu
adalah korban kecelakaan lalu lintas
dan korban perkosaan tanpa disertai identitas. Sebelum dimasukkan ke
lemari penyimpanan sementara
(karena menunggu keluarga si mayat
mengambil jasad itu), saya harus
memandikan mayat-mayat itu di
sebuah kamar mandi khusus. Dan anehnya, sekitar 75 persen dari mayat-
mayat itu adalah mayat wanita. Ada
yang gendut, cantik, putih, hitam, dan
ada juga yang bule. Suatu hari,
temanku Parto membawa masuk
sesosok mayat wanita cantik dengan menggunakan ranjang dorong. "Van,
ini mayat baru tadi dua jam yang lalu
meninggalnya. Petugas Patroli Jalan Tol
yang menemukannya. Mobilnya
tabrakan. KTP-nya tidak ada. Jadi kau
mandikan dan simpan dulu di lemari.. Itu kata Pak Andi, direktur kita..
sanggup nggak kamu, Van.." godanya
dengan mengedipkan matanya. Aku
terkesima mendengarnya. Sekilas
kulihat wajah mayat itu. Pucat. Tapi
tetap saja cantik sekali. Kutaksir ia berumur sekitar 28 tahun. Wah, masih
muda. Parto tiba-tiba menepuk bahuku.
"Sanggup nggak, Van.. kok melamun..?"
"Ya jelas dong.. itu kan tugasku.. Masa
kamu yang melakukannya.. sudah
sana.. tinggalkan aja dia di dekat kamar mandi.." "Beres bos.." jawab
Parto sambil cengengesan. Setelah
Parto pergi, kulirik jam tanganku. Jam
10 lewat 15 menit. "Besok, mungkin
mayat ini akan diambil oleh
keluarganya. Jadi sekarang harus kumandikan dulu.. hmm.." pikirku
cepat. Segera saja kudekati mayat itu.
Lalu aku mulai membuka kaos yang
dikenakannya. Wah.., saat kaos itu
sudah terbuka, kulihat sepasang bukit
kembarnya yang sangat besar terbungkus BH berwarna krem. Pasti
36B nih. Karena aku yakin tidak akan
ada lagi, orang yang akan masuk ke
ruangan itu, apalagi semua pintu dan
jendela sudah terkunci rapat-rapat,
maka dengan bergegas kubuka pengait BH-nya. Dengan pelan
kuremas-remas buah dadanya yang
membusung itu. Putingnya terlihat
kecoklatan. Ingin kuhisap nanti, tapi
nanti setelah kumandikan dengan
bersih. Aku masih merasa jijik dengan darah yang keluar dari keningnya.
Tanpa berlama- lama lagi, aku segera
membuka seluruh pakaian wanita itu.
Dan segera kutaruh tubuh itu di kursi
yang biasa kugunakan untuk
memandikan mayat. Dan, "Byur-byur- byur.." kusirami tubuh indah itu dengan
air yang lumayan dingin. Beberapa
menit kemudian, aku membawa mayat
itu ke suatu ranjang. Ya, disanalah aku
biasa tidur. Ranjang sederhana, tapi
kasurnya amat empuk. Letaknya di pojok ruangan itu. Setelah mayat itu
terbaring dengan posisi yang
menurutku bagus di ranjang itu, segera
kulucuti semua pakaian yang
kukenakan. "Enaknya gimana ya..? Nah
aku punya ide. Aku akan membuka mulut mayat itu. Aku akan melakukan
oral seks dengannya." pikirku. Dengan
agak susah, kubuka mulut wanita itu,
kepalanya direbahkan ke samping kiri
tempat tidur itu supaya aku bisa
dengan leluasa melakukannya. Dengan pelan kuarahkan penisku yang mulai
agak tegang ke mulutnya dan, "Bless..
clup.. clup.." terdengar suara kulit
penisku bergesekan dengan bibirnya.
Kudorong maju mundur dengan pelan,
terasa nikmat sekali. Sementara kedua tanganku terus saja meremas-remas
payudara seksinya. Kiri dan kanan, kiri
kanan berulang-ulang. Setelah sekitar
10 menit, aku kemudian bergerak
menuju pahanya. Kusingkapkan paha
putih mulusnya lebar-lebar. Kuelus dan kuraba pahanya. Memang mulus.
Kujilati kedua pahanya itu dengan
lidah. Entah bagaimana reaksinya bila
wanita ini masih hidup. Mungkin ia
akan membalas dengan menggebu-
gebu akibat rangsanganku ini. Entahlah, kulihat bulu-bulu kelaminnya
begitu lebat dan tidak tercukur rapih.
Dengan tangan kiriku, kusibakkan
celah di pangkal pahanya. Dan
kumasukkan jari manis ke dalamnya.
Kelihatannya masih rapat. Jangan- jangan masih perawan. Berarti aku
untung malam ini, bercinta dengan
mayat perawan tulen. Dengan nafsu
yang sudah menggelegak, kuraih
penisku dan kuarahkan pelan- pelan ke
liang vaginanya. Kuusap-usap penisku di dinding luar vaginanya. Dan dengan
satu kali sentakan kutembakkan
rudalku ke liang ajaib itu. Dan, "Bles..
clop.. clop.. clop.." separuh dari penisku
masuk dengan susah payah. Aku terus
menggenjot pantat dan terus berusaha menusukkan penisku lebih dalam lagi.
Aku kemudian berusaha merangsang
diri agar cepat orgasme dengan
menghisap dan mengulum puting
payudaranya. Penisku dengan
gagahnya (tentu sudah lebih keras dan lebih tegang sekarang) masuk keluar
dengan teratur. Wajah mayat itu
terlihat seperti tersenyum. Ah, jangan-
jangan ia ingin mengatakan bahwa ia
menikmati permainanku. Setengah jam
berlalu, tapi belum ada tanda-tanda dalam diriku bahwa aku akan
orgasme. Tiba-tiba aku mendapat ide.
Aku harus ganti posisi. Aku
mengangkat tubuh mayat itu. Dan
mendudukkannya di pinggir ranjang.
Gantian aku yang rebahan di kasur. Mayat itu sengaja aku angkat agar ia
duduk di atas pahaku. Penisku terlihat
berdiri tegak seperti patung Monas. Dan
akhirnya aku berhasil juga
mendudukkannya di atas penisku.
Hebatnya lagi, penisku langsung pas masuk ke liang vaginanya. Aku
mendorongnya dari bawah. Atas-
bawah- atas-bawah.. jeb.. jeb.. bless..
bles.. jeb.. Kugerakkan tubuh kaku itu
dengan berputar-putar pelan atau
gerakan ke atas dan ke bawah. Ternyata lumayan, sesuatu dalam
diriku seperti akan meledak. Dan
benar, "Crot.. crot.. crot.. crot..!" penisku
rupanya sudah tidak sabar lagi untuk
menyemprotkan maniku ke dalam
liang vagina mayat wanita itu. Aduh, puas rasanya bercinta dengan mayat
wanita itu. Setelah semuanya selesai,
aku pindahkan mayat itu ke lemari
penyimpanan sambil berharap mudah-
mudahan besok malam aku bisa
'memakai'-nya lagi untuk memuaskan birahiku. Tapi dugaanku ternyata salah.
Esoknya, sekitar pukul 12 siang, si
mayat itu diambil oleh keluarganya.
Rupanya namanya Yanthi Fifyanti.
Seorang developer rumah susun, di
Bekasi. Ya sudah, pokoknya aku sudah menikmati tubuhnya. Yang penting aku
harus bisa bekerja dengan sebaik-
baiknya dalam menjaga mayat-mayat
di kamar mayat itu. Rupanya, nasib
baik masih berpihak padaku. Parto,
kawanku kembali membawa sesosok mayat wanita yang baru meninggal
beberapa jam. Kali ini si mayat lebih
cantik dan lebih seksi. Kutatap sekilas
ukuran payudaranya mungkin 38B.
Tapi wajahnya itu sepertinya aku
kenal. Tapi di mana ya..? Ah masa bodoh lagi. Yang penting, nanti malam,
setelah semua sepi, aku akan
'mengerjai'-nya dengan senjata
andalanku yang siap setiap saat.
Seperti biasa, kumandikan mayat baru
itu dengan penuh semangat. Payudaranya benar-benar sempurna
dan menantang. Aku meremasnya
sambil menyabuninya. Putingnya
kemudian terlihat berdiri tegak. Kok
aneh.. apa dia merasakannya..?
Jangan-jangan.. ah tidak mungkin! Pikirku lagi. Masa wanita ini berpura-
pura mati. Oh ya, tadi memang aku
lupa menanyakan ke Parto, dari mana
petugas emergency memperoleh
mayat ini. Setelah sekitar setengah
jam, aku baringkan mayat itu seperti biasa di kasur. Tetapi kali ini aku oral
seks dengan duduk di atas kepalanya.
Mulutnya kubuka lalu kumasukkan
senjata penisku. "Clop.. clop.. bless.."
tetapi anehnya, mulut itu tanpa kuatur
tiba-tiba menutup sendiri setelah penisku masuk semuanya ke
dalamnya. Jadi mulutnya cuma pas
buat penisku. Aku jadi agak susah
bergerak maju mundur. Tiba-tiba saja
mata si mayat terbuka dan melotot ke
arahku. Wah.. betapa terkejutnya aku. "Anda.. Anda.. masih hidup..?" teriakku
tiba-tiba. "Benar.." sekonyong-konyong
suara wanita itu berbunyi. Bulu
kudukku langsung merinding jadinya.
Dan detik itu juga, aku lari tunggang
langgang. Dan berteriak, "Hantu.. hantu.. tolong.., ada hantu.." Parto yang
entah dari mana munculnya, menahan
lariku di lorong rumah sakit yang gelap
itu. "Ivan.. Van.. tenang dulu..!"
sergahnya sambil menangkap tubuhku
untuk tidak terus berlari. "Parto..! Kamu sengaja ya..? Masa orang belum jadi
mayat, Kamu bawa padaku..!
Emangnya Aku ini apa.. huh..?" tanyaku
sambil melotot ke arahnya. "Van.. itu
tadi Ibu Nancy, Kepala Lab Forency
rumah sakit kita.. Kok Kamu tidak ingat sih..? Masa dia bisa tiba-tiba mati..?"
"Ya.. lantas apa tujuan Kalian menipu
Aku..?" tanyaku marah sekali. "Tadi
siang, sesaat sebelum mayat Yanti
diambil keluarganya, Ibu Nancy
memeriksanya sekali lagi.. dan ia menemukannya adanya bekas-bekas
pemerkosaan di vagina Yanti.. Ia curiga
bahwa Kamu yang melakukannya..
tapi Ia berjanji pada atasan kita bahwa
Ia tidak akan melaporkannya ke polisi..
malah Ia ingin membuktikannya sendiri.., makanya Ia menyuruhku
untuk membawa 'tubuh mayat'-nya ke
Kamu.." Tanpa banyak berkata-kata
lagi dengan Parto, aku segera pergi
dari sana dan kembali ke kamar
mayat, tempatku bekerja. Tidak kutemukan Ibu Nancy di sana. Entah
apa yang akan dikatakan atasanku
besok. Paling-paling sanksinya aku
dipecat! Dan benar, keesokan paginya,
aku dipecat tanpa mendapat uang
pesangon sepeser pun. Kini setelah 5 tahun, aku tidak bekerja lagi di sana
dan pindah ke kota kelahiranku, di
Jawa Tengah. Aku bekerja wiraswasta.
Aku menyediakan tubuhku untuk
memuaskan wanita-wanita kesepian.

775 days ago | 34 Like ` Quote



Silahkan Copas Artikelnya jika Sumbernya di hilangkan otomatis artikelnya akan terhapus. Karena Kami menggunakan IFRAME.
http://ndybook.net



Tanggapan
Nama Or Masuk | Daftar:

What do you think ?:

Retype numbers from picture:



Page:: Prev . Next . Last ..1


Hottest Apps & Games & Wallpapers Download